Pelukis Kaca Tulungagung, Jadikan Tokoh Wayang sebagai Objek Inspirasi

Sabtu, 30 Juni 2012 18:26 WIB
Pelukis Kaca Tulungagung, Jadikan Tokoh Wayang sebagai Objek Inspirasi Pelukis Kaca di Tulunggagung, Jawa Timur ini biasa menjadikan para tokoh pewayangan sebagai obyek lukisannya.

INSPIRASI WAYANG: Pelukis Kaca di Tulunggagung, Jawa Timur ini biasa menjadikan para tokoh pewayangan sebagai obyek lukisannya.

MEDIUM lukis dapat diaplikasikan dalam bentuk apapun, baik dengan medium kanvas, pasir atau bahkan tembok. Di Tulungagung, Jawa Timur, seorang pria menekuni seni lukis dengan medium kaca. Meskipun bukan suatu profesi yang langka, namun profesi ini saat ini lebih sedikit jumlahnya daripada pada jumlah pelukis pada medium lainnya.

Maryoko, pria itu, biasa menggunakan tokoh para ksatria dalam pewayangan sebagai obyek lukisnya. Selain itu pria separuh baya ini juga lihai dalam membuat lukisan-lukisan yang bermuatan kritik social.

Pekerjaannya itu berawal dari masa kecilnya yang sering menjumpai lukisan kaca yang terpasang dirumah-rumah warga di desa-desa. Namun ketika beranjak dewasa, ia mulai menyadari lukisan-lukisan kaca tersebut tiba-tiba sudah mulai jarang dilihatnya lagi. Hal inilah kemudian menimbulkan rasa keprihatinan Maryoko, seniman lukis asal Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Mulailah ia menekuni melukis diatas media kaca.

Melukis diatas kaca sedikit berbeda dengan melukis dengan medium lainnya. Maryoko mengawalinya dengan membuat mal diatas kertas kalkir yang tembus pandang kemudian mal tersebut ditempelkan dibalik kaca. Proses setelah inilah yang menuntut tantangan tinggi, yaitu menggoreskan kuasnya di medis kaca membentuk gradasi-gradisi warna lukisan yang diinginkannya.

“ Harus teliti sabar dan telaten,” kata Maryoko.

Maryoko berpegang teguh pada pendahulunya yang selalu menggunakan tokoh pewayangan sebagai obyek inspirasinya. Ia menganggap bahwa cerita pewayangan sarat akan muatan falsafah kehidupan dan patut menjadi tauladan dalam menjalani kehidupan ini.

Selaian para kesatria, Maryoko juga melukis tokoh punokawan yang terdiri  Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Sebagaimana dalam cerita pewayangan, punakawan ini juga menggambarkan sebagai rakyat jelata. Sebuah kondisi real untuk  menjabarkan negeri ini.

Perkembangan lukisan kaca dari zaman dahulu adalah pada ragam warna yang dihasilkan, lukisan kaca zaman dahulu mayoritas berwarna tunggal dan kini lebih mengedepankan gradasi-gradasi warna. (*)



Related