Kekerasan Seksual Pada Anak Meningkat

Kamis, 14 Maret 2013 18:05 WIB
Kapolres Kediri bersama Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait saat memberikan keterangan dihadapan wartawan (14/3) mengenai kekerasan seksual yang menimpa anak

Kapolres Kediri bersama Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait saat memberikan keterangan dihadapan wartawan (14/3) mengenai kekerasan seksual yang menimpa anak

KEDIRI (portalsatu.com) – Kasus kekerasan seksual pada anak di kabupaten Kediri dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Dari data kepolisian setempat mencatat tahun 2012 sekitar  51 kasus dilaporkan ke pihak kepolisian, sementara kasus serupa lainnya belum tercatat lantaran aib yang tidak dilaporkan polisi.

Menurut Kapolres Kediri AKBP Dheny Dariadi, kasus kejahatan yang melibatkan anak-anak selama 2012 jumlahnya mencapai 34, dengan rincian kasus seks 10, aniaya 5 kasus, pencurian 17 kasus dan lain-lain 2 kasus.

 

Sementara  anak-anak yang menjadi korban jumlahnya mencapai 61 kasus. Dengan rincian seksual 51 kasus, aniaya 5 kasus, pencurian 2 kasus dan lain-lain 3 kasus. Adapun KDRT jumlahnya 13 kasus,” kata Kapolres Kediri AKBP Dheny Dariadi, Kamis (14/3).

Pihak kepolisian mengalami kesulitan jika ada korban kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak. “Untuk mengajak orang tua untuk lapor saja, sangat sulit,” ujar Kapolres.

Selain itu, dalam memintai keterangan, penyidik dari unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) juga terkadang harus membutuhkan kesabaran yang ekstra. “Karena kebanyakan para korban mengalami trauma,” ujarnya.

Sementara itu,  Komnas Perlindungan Anak Indonesia Aris Merdeka Sirait ditemui di Mapolres Kediri mengakatakan, kasus kejahatan yang melibatkan anak-anak di Indonesi sudah memasuki kondisi yang mengkhawatirkan. Hampir disetiap Polres ada sekitar 50-an kasus yang melibatkan anak-anak.

“Hampir tiap polres kasus anak-anak sekitar 50-an. Bahkan di Polres Kediri mencapai 51 kasus. Jika dikalkulasi secara nasional Ini sudah sangat mengkhawatirkan,” kata Aris Merdeka Sirait di Polres Kediri.

Dari banyaknya kasus yang melibatkan anak-anak, kata Aris Merdeka Sirait, hampir 75 persen dilakukan oleh orang terdekat. “Baik ayah kandung, ayah tiri atau keluarga dekat yang lain,” ujarnya.

Banyaknya kasus yang melibatkan anak-anak, juga disebabkan mulai lunturnya jati diri budaya bangsa. “Kasus jual beli organ tubuh, kasus penculikan untuk jual beli anak. Ini merupakan bentuk hilangnya jati diri bangsa,” ujarnya.

Dengan banyaknya kasus melibatkan anak-anak menjadi situasi isu bersama, dan tidak boleh dibiarkan. “Undang-undang sudah ada, tinggal mendukung perda,” ujarnya.



Related